This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 02 Desember 2013

Laporan Ilmiah (dengan contoh)



1.      Pengertian Laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang behubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberika. Laporan dibuat sebagi bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas aatau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan. Berdasarkan sifat penyajiannya, laporan dibedakan menjadi laporan formal dan laporan informal.
2.      Ciri-ciri Laporan Ilmiah
a.       Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku). 
b.      Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
c.       Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
d.      Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
e.       Adanya kesimpulan dan saran
f.        Laporan dibuat menarik dan juga interaktif
3.      Jenis-Jenis Laporan
a.       Laporan Lengkap (Monograf)
a.       Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
b.     Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
c.       Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
d.  Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
e.       Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).
b.      Artikel Ilmiah
a.       Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
b.  Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
c.  Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.
c.       Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).
4.      Syarat Laporan Ilmiah
Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
a.       Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
b.      Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
c.       Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
d. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
e.       Tulisan disusun dengan metode tertentu
f.        Tulisan disusun menurut sistem tertentu
g.    Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.
5.      Fungsi Laporan
a.  Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
b.      Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
c.  Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.



Referensi :





Berikut contoh laporan ilmiah :



Laporan Ilmiah Biologi
Pengukuran Pertumbuhan Kecambah








Anggota Kelompok :

Dzurotun Napisah
Mia Pengestika
Novita dwi Pangesti







XII IPA 3

SMA YAPEMRI DEPOK
2012 -2013



BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal  merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan factor fisiologis, sedangkan faktor eksternal atau faktor lingkungan merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah cahaya.                                         
Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada setiap tanaman. Ada jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada pula yang memerlukan remang-remang untuk pertumbuhannya. Banyak sekali teori yang menjelaskan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tumbuhan. Namun teori tersebut belum sepenuhnya dapat dipelajari jika kita belum mengetahui kebenarannya pada lingkungan kita. Selain itu, masing banyak siswa dan siswi yang belum dapat menjelaskan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Untukitu, penulis mengadakan penelitian  untuk lebih mengetahui dan membuktikan kebenaran teori tersebut. Dengan berlandaskan teori tersebut, didalam penelitian ini, penulis akan mengamati pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau.

1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari latar belakang adalah:
1.2.1        Adakah pengaruh cahaya pada pertumbuhan 7 perkembanngan kacang hijau?
1.2.2        Bagaimanakah pengaruh cahaya pada perkembangan & pertumbuhan kacang hijau?

1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini antara lain:
1.3.1        Untuk menegetahui dampak apa saja yang ditimbulkan tanaman kacang hijau dengan pemberian cayaha yang berbeda-beda.
1.3.2        untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada kacang hijau.

1.4  Manfaat Penelitian
1.4.1        Manfaat bagi penulis
Untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi penulis tentang bagaimana cahaya mempengaruhi pertumbuhan & perkembangan tumbuhan.
1.4.2        Manfaat bagi pembaca
Memberikan informasi krepada pembaca tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan & perkembangan kacang hijau, dengan cara diletakan di tempat yang berbeda.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA



2.1  Dasar Teori
Pengertian Pertumbuhan & Perkembangan
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantarnya volume, massa, dan tinggi) serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) menggunakan auksanometer. Pertumbuhan terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan bersifat meristematik. Contoh, pertambahan tinggi batang dan jumlah daun.
            Tumbuhnya tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
1.      Faktor Internal
a.       Hormon
b.      Gen
2.      Faktor Eksternal
a.       air
b.      suhu
c.       cahaya
d.      oksigen
e.       kelembapan

Perkembangan adalah proses terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi tertentu yang mengarah ke tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung) dan irreversible. Contoh, munculnya bunga sebagai alat perkembangbiakan.
           
            Tahapan Pertumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman diawali dengan perkecambahan biji. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji) karena pertumbuhan embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Embrio terdiri dari akar lembaga (calon akar = radikula), daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus).
A       Struktur Biji
Pada biji tanaman dikotil maupun monokotil: Epikotil (bagian atas kotiledon) di ujung epikotil terdapat Plumula (ujung batang & calon daun) merupakan poros embrio yang tumbuh ke atas yang selanjutnya akan tumbuh menjadi daun pertama, sedangkan Hipokotil (bagian bawah kotiledon) di ujungnya terdpat  radikula (calon  akar) adalah poros embrio yang tumbuh ke bawah dan akan menjadi akar primer.
Pada tanaman monokotil, misalnya jagung, kotiledon mengalami modifikasi menjadi skutelum dan koleoptil. Skutelum berfungsi sebagai alat penyerap makanan yang terdapat di dalam endosperma, sedangkan koleoptil berfungsi melindungi plumula. Selain itu, pada jagung juga terdapat koleoriza yang berfungsi melindungi radikula.
Pada biji dikotil yang berkecambah, embrio menyerap nutrient dari endosperma (cadangan makanan) sehingga kotiledon mengecil pada akhirnya kisut dang lepas.

B.     Proses Perkecambahan
Proses Fisika, (a) Terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering.
Proses Kimia, (b) Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberelin (GA). (c) Hormon GA mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk sintesis dan mengeluarkan enzim. (d) Enzim bekerja menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Proses ini menghasilkan molekul kecil larut dalam air, missal enzim amylase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat lain diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman.

C.     Macam Perkecambahan
Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan, ada dua tipe perkecambahan, yaitu :
1.      Perkecambahan Epigeal
Ciri Perkecambahan ini : Terangkatnya kotiledon dan plamula ke permukaan tanah. Pemanjangan terjadi pada bagian hipokotil (ruas batang dibawah kotiledon). Perkecambahan ini umumnya terjadi pada biji tanaman Dicotyledoneae (kecuali kacang kapri), contoh : kacang hijau, kacang kedelai, kapas.
2.      Perkecambahan Hipogeal
Ciri Perkecambahan ini : Tertinggalnya kotiledon didalam tanah, sedang plamula tetap menembus tanah. Pemanjangan terjadi pada epikotil (ruas batang diatas kotiledon). Umumnya terjadi pada biji monocotyleddoneae, contoh : Jagung, padi. dan Dicotyledoneae yaitu hanya kacang kapri.

Pada akhir perkecambahan terbentuk akar, batang dan daun. Selanjutnya, tumbuhan mengalami pertumbuhan, yaitu :
1.      Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan yang terjadi karena aktivitas meristem apical (terdapat pada ujung batang dan ujung akar), menyebabkan pemanjangan akar dan batang.
2.      Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosisi pada jaringan meristem sekunder (lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah besar. Meristem lateral terbagi atas : Kambium vaskuler (terletak diantara xylem dan floem menyebabkan pembelahan sel kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk floem. dan Kambium gabus (jaringan pelindung yang menggantikan fungsi jaringan epidermis yang rusak/mati). Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN



3.1  Metodologi Penelitian
Pada penelitian kali ini penulis menggunakan metode eksperimen atau melakukan kerja lapangan.

3.2  Alat dan Bahan
    1. Beberapa butir biji kacang hijau
    2. Gelas aqua
    3. Kapas
    4. Air
    5. Penggaris

3.3  Cara kerja
1.      Rendam biji kacang hijau selama semalaman.
2.      Siapkan 2 buah wadah dan masukan kapas lau basahi kapas dengan air ke dalam gelas aqua.
3.      Masukan biji kacang hijau didalam kedua gelas aqua diatas kapas tadi sebanyak masing-masing 5 buah.
4.      Beri nama/tanda pada 2 buah gelas aqua (A dan B)
5.      Latakan gelas aqua A di tempat yang gelap sedangkan gelas aqua B di letakan di tempat yang terkena cahaya.
6.      Amati pertumbuhan biji kacang hijau setiap hari selama 7 hari.
7.      Catat hasil pengamatan

3.4  Tabel Pengamatan

Hari ke
Panjang Kacang Hijau
Rata-Rata
I
II
III
IV
V
1






2






3






4






5






6






7







3.5  Waktu dan Tempat
3.5.1.1  Waktu        : Senin, 20 Agustua 2012
3.5.1.2  Tempat       :Laboratorium Biologi SMA Yapemri



BAB IV
HASIL & PEMBAHASAN PENELITIAN


        4.1 Hasil Penelitian

Tempat Terang
Hari ke
Panjang Kacang Hijau
Rata-Rata
I
II
III
IV
V
1
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
2
0.80
0.80
0.80
0.80
0.80
0.80
3
2.70
2.65
2.60
2.70
2.65
2.66
4
7.20
7.30
7.00
7.30
7.30
7.22
5
12.20
10.94
9.50
12.00
11.35
11.19
6
13.30
14.50
12.20
14.20
15.20
13.92
7
14.50
18.00
14.50
16.30
17.40
16.14

Tempat Gelap
Hari ke
Panjang Kacang Hijau
Rata-Rata
I
II
III
IV
V
1
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
2
1.00
1.00
1.00
1.00
1.00
1.00
3
3.80
3.80
3.90
3.90
3.90
3.86
4
9.00
9.00
9.20
9.15
9.10
9.09
5
14.50
14.50
15.50
16.00
15.10
15.11
6
21.00
22.30
21.70
22.40
20.30
21.54
7
26.00
24.50
25.00
27.50
23.50
25.30

4.2 Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena cahaya dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan

Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.

5.2  Saran

Sebaiknya, percobaan dilakukan dalam waktu yang lebih lama agar terlihat lebih jelas dan lebih detail dalam menyimpulkan perbedaan antara tumbuhan yang berada ditempat terang dan berada ditempat gelap. Juga peralatan yang lebih komplit dan modern, seperti bukan menggunakan mistar tetapi menggunakan auksanometer agar hasil lebih akurat.





Daftar Pustaka

Aryuli, Diah., Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, Endang Widi Winarni. 2007. Biologi 3 SMA dan MA untuk Kelas XII. Jakarta : Esis.

Syamsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas 3A. Malang : Erlangga

Minggu, 01 Desember 2013

Lamaran Kerja & Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)


Surat Lamaran Pekerjaan

Surat Lamaran kerja adalah surat yang dibuat sepanjang satu halaman penuh yang berisi tentang informasi pelamar kerja dan permohonan untuk menempati posisi tertentu, biasanya surat lamaran kerja dikirim beserta surat riwayat. Dalam penulisan surat lamaran kerja, terdapat tiga paragraf penting yang harus anda perhatikan dengan cermat.
Paragraf pertama berisi tentang bagaimana anda mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan tersebut dan juga posisi yang ingin anda tempati dan juga alasan anda mengapa menginginkan posisi tersebut, ayo katakan dengan jujur, mau uang atau menambah pengalaman anda dan atau untuk mengembangkan diri anda sendiri.
Paragraf kedua berisi tentang ketrampilan anda, pendidikan terakhir, pengalaman kerja, atau sesuatu yang berkaitan dengan kelebihan anda sendiri yang berkaitan dengan lowongan tersebut dan yakinkanlah pembaca surat anda bahwa anda memang benar-benar cocok untuk bekerja di sana dan ini sangat penting menurut saya. Di bagian
Paragraf ketiga tuliskanlah perasaan anda bila diundang untuk tes wawancara dan pastikan anda dapat dihubungi kapanpun di manapun untuk memastikan waktu dan tempat untuk mengikuti tes wawancara. Dalam penulisan surat lamaran kerja yang anda buat pastikan menulis nama perusahaan dan posisi yang anda inginkan dengan benar dan jangan lupa untuk membaca kembali surat anda untuk mengecek tulisan dan tata bahasa anda. Selamat bekerja.

Contoh surat lamaran pekerjaan :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Depok, 1 Desember 2013


Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth,
Manager Permata Indah Berlian
PT. Permata Indah Berlian
Jalan Merpati Putih No.3
Jakarta Pusat

Dengan hormat,
Sesuai dengan informasi yang saya dapatkan mengenai lowongan pekerjaan PT. Maju Jaya yang termuat di harian Republika tanggal 6 November 2013, sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini saya mengajukan diri sebagai Accounting  di perusahaan Bapak/Ibu.

Data singkat saya, seperti berikut ini :
Nama                           : Novita Dwi Pangesti
Tempat, tgl. Lahir         : Jakarta, 17 November 1995
Jenis Kelamin               : Perempuan
Pendidikan Akhir          : S1 Teknik Industri, Universitas Gunadarma
Alamat                         : Sukmajaya Depok
Telepon                        : 085691364xxx
e-mail                           : Novita.dwi66@yahoo.co.id
Status Perkawinan        : Belum menikah

Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Word, Excel, Acces, PowerPoint, OutLook dan beberapa software kantor lainnya. Saya juga mempunyai sertifikat internet dari Google inc.

Sebagai bahan pertimbangan, saya melampirkan :
  1. Daftar riwayat hidup
  2. 1 lembar foto copy KTP
  3. 1 lembar foto copy SKCK
  4. Foto copy ijasah S1
  5. Foto Copy Trnskip IP terakhir
  6. Pas foto terbaru

Saya harap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi yang saya miliki. 
Demikian surat lamaran ini, saya mengucapkan terimakasih atas perhatian Bapak/Ibu.



Hormat saya,        

                                                                                                             
 Novita Dwi Pangesti

---------------------------------------------------------------------------------------------------------


 
CURRICULUM VITAE
( Daftar Riwayat Hidup )


Riwayat hidup adalah catatan singkat tengatang gambaran diri seseorang. Selain berisi data pribadi, gambaran diri itu paling tidak harus di isi keterangan tentang pendidikan atau keahlian dan pengalaman. Dengan data itu riwayat hidup akan memberikan gambaran atau kualifikasi seseorang.
Dari segi penampilannya riwayat hidup tidak mempunyai bentuk standard. Riwayat hidup ditulis seperti karangan singkat, diawali oleh judul dan ditutup oleh rangkaian tanggal, tanda tangan dan nama. Sebenarnya riwayat hidup termasuk surat keterangan, dalam hal ini keterangan pribadi.

Contoh daftar riwayat hidup :
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DATA PRIBADI

Nama :                                     : Novita Dwi Pangesti
Jenis kelamin                            : Perempuan
Tempat, tanggal lahir                 : Jakarta, 17 November 1995
Kewarganegaraan                     : Indonesia
Status perkawinan                    : Belum Menikah
Tinggi, berat badan                   : 165 cm, 53 kg
Kesehatan                                : Sangat Baik
Agama                                     : Islam
Alamat lengkap                        : Sukmajaya Depok, No.18
Telepon, HP                             : 085691364xxx
E-mail                                      : Novita.dwi66@yahoo.co.id


LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

» Formal
1999 - 2000 : TK Al-Arafah
2001 - 2006 : SDN Cipayung Depok
2007 - 2010 : SMP Perintis Depok
2011 - 2013 : SMA Yapemri Depok


KEMAMPUAN
Kemampuan Teknik Komputer dan Informatika (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook, dll).
Kemampuan Internet.






Depok, 1 Desember 2013     
                                                                                                                           Hormat saya,  

                                                                                                                 Novita Dwi Pangesti   


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Karangan Ilmiah, Karangan Semi Ilmiah & Non Ilmiah



Paper
Karangan Ilmiah, Semi Ilmiah, Non Ilmiah
Di ajukan untuk memenuhi tugas Tata Tulis & Komunikasi Ilmiah











Di susun oleh :

Nama : Novita Dwi Pangesti
NPM : 36413557
Kelas : 1ID07



FakultasTeknologi Industri
Jurusan Teknik Industri
Universitas Gunadarma
2013 – 2014
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PENDAHULUAN

Penulisan / karangan adalah sebuah tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penulis dalam satu kesatuan tema yang utuh. Penulisan dapat pula diartikan sebagai serangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur. Hasil penulisan dapat berupa tulisan cerita, artikel, buah pena, ciptaan atau gubahan.
Terdapat beberapa bentuk karangan di antaranya kaarangan ilmiah, karangan semi ilmiah dan karangan non ilmiah yang memiliki perbedaan baik dari segi struktur maupun penggunaan bahasa. Karangan ilmiah menggunakan bahasa yang lebih formal sedangkan karamngan non ilmiah menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh pembaca.


I. Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah biasanya digunakan untuk menyatakan fakta yang umum dan ditulis menurut metodologi dan tata cara penulisan yang benar ,ciri yang membedakan karangan ilmiah dengan jenis karangan yang lainya adalah  pertama karangan ilmiah bersifat sistematis kemudian objektif dan tidak persuasif sehingga karangan ilmiah lebih baku jika dibandingkan dengan jenis karangan yang lainya,selain itu karangan ilmiah tidak ditulis untuk mengejar keuntungan pribadi dan tidak melebih-lebihkan suatu hal ,adapun contoh dari karangan ilmiah dapat berupa makalah,usulan penelitian skrpisi,tesis ,disertasi dan lain sebagainya,umumnya karangan ilmiah terdiri dari judul karangan, pendahuluan, pembahasan simpulan dan daftar pustakaan.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Tujuan karya ilmiah, antara lain:
a.                          Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
b.                          Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
c.                          Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
d.                          Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
e.                          Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Macam Karya Tulis Ilmiah
  1. Makalah
    Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
  2. Skripsi
    Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
  3. Tesis
    Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister.
    Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
  4. Disertasi
    Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
II. Karangan Semi Ilmiah

Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya :  berada diantara ilmiah dan non ilmiah.

Ciri-ciri Karya Semi Ilmiah
a.       Gaya bahasa formal dan popular
b.      Didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya
c.       Mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum
d.      Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi

III. Karangan Non Ilmiah

Karangan non ilmiah adalah karangan yang sudah lazim digunakan dalam dunia tulis-menulis, karangan non ilmiah biasa disebutkan dengan karangan fiksi ataupun non fiksi,perbedaan yang cukup mencolok dari karangan ilmiah dengan karangan non ilmiah adalah pada karangan ilmiah bersifat hasil penelitian sehingga faktual objektif sedangkan karangan non ilmiah   adalah karangan yang bebas dan berasal dari pemikiran sang penulis itu sendiri contohnya adalah novel,roman,cerpen,puisi dan lain sebagainya.

Ciri-ciri dari karya tulis non ilmiah itu adalah:

1. penggunaan bahasa
Karya tulis non ilmiah dalam menggunakan bahasa yang tidak kaku seperti dalam penulisan karya ilmiah formal, dan karya ilmiah yang di tulis dalam gaya bahasa yang lebih dapat dimengerti si pembacanya, dan seperti komik dapat menghibur, novel pun begitu.

2. Sikap penulis
Dalam penulisan non ilmiah ini tidak pasif, dia pun juga dapat menimbulkan pertanyaan dari penulisannya sendiri di akhir jalan ceritanya dan biasanya hal tersebut muncul di karya tulis non ilmiah ddalam sebuah novel. Dan jika di dalam penulisan karya ilmiah formal itu tidak terdapat sudut pandang atau (POV) jika di dalam sebuah karya tulis non ilmiah ini seperti novel, pasti terdapat sudut pandang dalam penggambaran ceritannya. bahkan dalam bentuk penggantian sudut pandang yang beragam dapat menarik pembaca dalam mengikuti terus jalan ceritanya.

3. Komponen dan substansi
Untuk penulisan non ilmiah ini tidak terdapat yang namanya seperti pendahuluan, karena sekali lagi ditegaskan jika dalam penulisan non ilmiah ini bukanlah sebuah karya tulis resmi. jadi tidak terdapat yang namanya komponen dan substansi didalamnya.

4. Struktur kajian
Untuk penulisan karya non ilmiah ini ditulis tidak perlu seperti penulisan karya ilmiah yang formal, hanya terdapat daftar isi, kemudian ucapan terima kasih dan salam pembuka dari si penulis karangan non ilmiah tersebut. dan karangan non ilmiah ini biasanya terdapat amanat yang terkandung didalam ceritanya sehingga dapat menjadi pedoman bagi si pembaca novel tersebut.

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:
a.       Dongeng
b.      Cerpen
c.       Novel
d.      Drama
e.       Roman.






Tugas membuat artikel terkait materi tersebut :

Karanngan non ilmiah


BATU GOLOG

Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.
Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: “Ibu batu ini makin tinggi.” Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.”
Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya.
Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.
Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada.
Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq. Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.
Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.

Menganalisis :
  1. Dilihat dari penggunaan EYD
    1. Tanda titik ( . )
-         Tanda titik digunakan di akhir suatu kalimat
-         Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
    1. Tanda koma ( , )
-         Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya
-         Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
-         Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat.
-         Dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
-         Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
    1. Tanda petik (“...“)
-         Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
-         Mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
  1. Pemilihan kata (diksi)
Dalam pemilihan katanya meggunakan manggunakan beberapa diksi yauitu:
-         Makna leksikal yaitu makna yang sesuai dengan observasi alat indera/makna yang sungguh nyata dalam kehidupan.
-         Makna Denotatif dan Konotatif, makna konotatif yaitu makna asli, makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem. Makna konotatif yaitu makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut.



Referensi :